Lestarikan Warisan Leluhur, Pemdes Parangargo Gelar Ritual Jamas Pusaka Perdana dalam Rangkaian Bersih Desa
WAGIR, PARANGARGO – Pemerintah Desa (Pemdes) Parangargo menggelar agenda budaya luhur berupa ritual Jamas Pusaka (atau dikenal dengan istilah Siraman Pusaka) di wilayah Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Prosesi sakral yang diinisiasi oleh Paguyuban Macapat Tresna Budaya Wagir ini menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian tradisi tahunan Selamatan dan Bersih Desa Parangargo.
Acara yang berlangsung khidmat pada pagi hari tadi dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Parangargo, Bapak Puji Harianto, beserta jajaran staf Pemdes Parangargo. Hadir pula berbagai unsur tokoh adat, budayawan, dan akademisi, di antaranya Bapak Budi dari PPBI Purbakala Indonesia, Bapak Mundri (Ketua Paguyuban Sekar Semawur), Ki Narto (Dalang), serta Bapak Eko Kurniawan (Ketua Tresno Budoyo).
Tak hanya menarik perhatian para pegiat budaya, agenda ini juga menjadi wadah edukasi dengan hadirnya 12 mahasiswa dari Jurusan Bisnis Universitas Merdeka Malang, serta Ki Arksa Aksara yang bertindak sebagai pemateri utama dalam memberikan pemahaman filosofis terkait benda-benda pusaka. Kehadiran berbagai elemen masyarakat serta tokoh-tokoh yang tidak dapat disebutkan satu per satu ini mempertegas komitmen kolektif dalam menjaga stabilitas adat lokal.
Dalam ritual jamasan perdana ini, tercatat sedikitnya ada 55 benda pusaka milik warga dan leluhur yang dikumpulkan untuk dibersihkan dan dirawat secara khusus.
Jamas pusaka sendiri merupakan ritual adat Jawa yang difungsikan untuk membersihkan serta merawat benda-benda pusaka warisan leluhur—seperti keris, tombak, hingga gamelan. Secara teknis, ritual yang biasanya dilaksanakan pada bulan Suro (Muharram) ini bertujuan untuk merawat fisik pusaka agar terhindar dari korosi atau karat, sekaligus menjadi bentuk penghormatan spiritual yang mendalam terhadap peninggalan para leluhur.
Dalam sambutannya, Pj Kepala Desa Parangargo, Bapak Puji Harianto, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Beliau menekankan bahwa Jamas Pusaka ini merupakan momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya diadakan secara resmi di Desa Parangargo.
"Ini adalah kegiatan perdana yang diadakan di Desa Parangargo. Melalui momentum ini, kami berharap dapat memantik kembali dan menambah kecintaan masyarakat Parangargo terhadap budaya luhur, sehingga warisan ini tidak hilang ditelan zaman," ujar Puji Harianto saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut, beliau memaparkan esensi spiritual dari pembersihan benda-benda tersebut. Jamas pusaka pada hakikatnya adalah simbol penyucian.
"Melalui prosesi jamas pusaka yang berarti mensucikan pusaka ini, terselip doa agar kita semua disucikan secara jiwa, raga, dan hati, sehingga senantiasa terhindar dari hal-hal buruk," tambahnya.
Menutup sambutannya, Pj Kepala Desa juga menyisipkan harapan internal bagi birokrasi yang dipimpinnya. Ia berharap, seiring dengan momentum pembersihan dan penyucian desa ini, Pemdes Parangargo ke depannya dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, mengayomi, serta melayani seluruh lapisan masyarakat desa dengan lebih baik dan amanah.
Kabar Terkini
JEMPOL MASE Hadir di Parangargo, Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan dan Sediakan Cek Kesehatan Gratis
22 Sep 2026
Kadis Perikanan Kabupaten Malang Kunjungi BUMDes Argo Joyo, Apresiasi Inovasi Pakan Alternatif
19 Sep 2026
Desa Parangargo Gelar Musrenbangdes, Sekdes Veldy Tekankan Kolaborasi dalam Penyusunan RKP Desa 2027
19 Sep 2026